Puisi Undangan karya Rino Jefriansyah

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 16:00, 04-Peb-15

Hi all. Bagaimana menurut kalian apabila undangan pernikahan ditulis menggunakan bahasa puisi?
Yuk kita saksikan bersama-sama.
---
Dua ruh bersatu.
Mempersatukan dua insan yang saling cinta.
Menghalalkan yang dulunya haram.
Dalam ikatan suci pernikahan.

Izinkanlah kami mengabarkan ini.
Berita suka demi kesucian cinta.
Sudikah kiranya menghadiri acara ini.
Bersama-sama menjadi saksi terciptanya cinta suci.

Di hari minggu yang begitu indah.
Dikawali dengan langit yang cerah.
Dilindungi oleh waktu 11 sampai selesai.
Enggan pergi sebelum berakhir.

Beralamatkan di gedung mempesona.
Megah dan saksi pertama dalam pernikahan.
Senyum kami penuh ketulusan dan keikhlasan.
Terima kasih kami kepada hadirin undangan.

Wakakakak.
By Rino Jefriansyah.

Anak Kue Dading

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 07:25, 03-Nov-14

Anak Kue Dading
Oleh: Rino Jefriansyah
---
Wahyu berdiri di atas panggung wisuda. Orang-orang memberikan tepuk tangan karena Wahyu berhasil meraih sarjanah pertamanya. Di kursi barisan depan, berdiri
dua orang tua yang sedang menangis bahagia disebabkan anaknya mendapatkan gelar yang diimpikan bersama. Selain itu, dia salah satu mahasiswa yang mendapat
IPK paling tinggi. Meski kini Wahyu telah sukses mendapatkan sarjanahnya, namun untuk meraih gelarnya itu tidak semudah yang dibayangkan. Semua orang yang
ada di dalam gedung itu kecuali dosen-dosen dan teman-teman sekelasnya tidak tahu latar belakang hidup Wahyu. Semua beranggapan, bagi yang berkuliah di
universitas swasta, pasti mempunyai uang yang banyak. Tapi anggapan itu ditepis oleh Wahyu dan kedua orang tuanya. Tidak selamanya orang yang mampu saja
bisa masuk ke perguruan tinggi swasta. Orang miskin pun layak mendapatkan hak yang sama.

Wahyu adalah seorang anak pedagang kue dading. Setiap hari, ayahnya menjual kue dading. Kue tersebut dibuat langsung oleh ibunya. Jika tidak ada kuliah,
Wahyu biasanya membantu ibunya memasak kue dan juga membantu ayahnya berdagang. Dengan sepeda tua yang mungkin sudah tidak dapat digunakan lagi, Wahyu
bersama ayahnya membawa dagangan itu ke kantin-kantin sekolah dasar. Wahyu tidak pernah menjual daganganya di kantin kampusnya. Bukannya malu, tetapi ia
tidak ingin agar orang-orang disana iba terhadapnya. Walaupun begitu, teman-temannya tahu akan profesi keluarga Wahyu. Sebab, apabila ada persentasi kelompok
dan jatuh di rumah Wahyu, banyak sekali diberikan kue dading. Teman-temannya sempat heran ketika pertama ke rumah Wahyu. Awalnya Wahyu enggan memberitahu,
namun akhirnya ketahuan juga sebab mereka berdiskusi kelompok sampai sebelum senja. Dan ketika waktu senja itu, datanglah ayahnya Wahyu membawa sepeda
tua bersama kue dading yang tidak laku. Mau tidak mau Wahyu harus mengakui itu.

Sempat karena kejadian itu Wahyu dijauhi teman-temannya. Apalagi salah satu teman sekelasnya membocorkan tentang kehidupan Wahyu. Selain itu, juga memberitahukan
bahwa rumah Wahyu itu jelek. Dindingnya terbuat dari kayu bekas. Tidak seperti mahasiswa-mahasiswa lain yang rumahnya terbuat dari beton. Serendah-rendahnya
terbuat dari kayu yang berkualitas dan berkuantitas tinggi. Meski begitu, Wahyu mencoba tidak terlalu memikirkan.

"Biarkan mereka menjauhiku. Aku masih punya teman yang selalu setia bersamaku setiap aku melangkah. Dia tidak peduli apakah aku miskin. Dia selalu hadir
ketika aku sedih dan butuh tempat curhat. Dia adalah Tuhan. Sang pencipta semesta ini. Aku percaya, walau hidupku sangat miskin, hanya mengandalkan hasil
dari penjualan kue, aku akan membuktikan bahwa aku tidak seperti orang kampungan dan berpendidikan rendah."

Ketidak pedulian teman-teman sekelasnya itu berlangsung cukup lama. Mengakibatkan Wahyu harus bekerja sendiri. Persentasi sendiri meski sebenarnya kelompok,
dan mengerjakan tugas dari dosen sendiri. Tuhan Maha adil, dibalik kemiskinan yang dialami Wahyu, Tuhan memberikan otak kepada Wahyu yang cukup cerdas.
Ketika ada yang persentasi, Wahyu memberikan pertanyaan yang sulit dijawab. Ketika itu teknologi belum canggih, tidak seperti sekarang yang dengan mudah
didapat dengan cara online. Apapun pertanyaannya, pasti akan terjawab. Walau fakta sudah terjadi, tapi tetap saja masih ada yang tidak ingin berteman dengan
Wahyu. Mereka beranggapan hanya kebetulan saja.

Masalah itu akhirnya berakhir ketika nilai IP di semester ganjil telah keluar. Banyak yang mendapat nilai D. Bahkan, ada yang harus mengulang di tahun
depan atau dengan jalan SP (Semester Pendek). Yang mendapatkan nilai A atau B mungkin bisa dihitung dengan jari. Yang sebenarnya jumlah siswanya 40, yang
lulus hanya 15 siswa. Diantara 15 siswa itu, terdapat nama Wahyu dengan sangat jelas didaftar. Merekapun akhirnya kembali dapat berteman dengan Wahyu.

Wali dosenpun memberitahukan tentang kehidupan wahyu. Ada yang terharuh, ada juga yang menanggapinya biasa-biasa saja.

"Wahyu memang anak miskin, tapi dia mempunyai keinginan yang sangat besar. Walau semahal apapun biaya kuliah ini, Wahyu dan kedua orang tuanya akan membayarnya
meski kadang terlambat. Namun keterlambatan biaya itu telah dilunaskan oleh nilai-nilai yang tidak mengecewakan. Kalian tidak boleh memilih teman, apalagi
karena masalah latar belakang hidupnya yang berbeda dengan kalian. Bertemanlah dengan siapa saja asalkan hasil pertemanan itu memberikan hasil yang positif."

Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. 4 tahun dibangku pendidikan, Wahyu berhasil meraih sarjanahnya. Semua mahasiswa yang diwisuda pada saat itu sudah
dipanggil satu per satu. Nilai IPK pun tidak ketinggalan. Kini tiba saatnya pengumuman penghargaan masasiswa terbaik. Rektor sudah memegang nama mahasiswa
itu, ketegangan melanda semua orang yang hadir. Berharap mendapatkan penghargaan mahasiswa terbaik.

"Saya akan memberikan beberapa petunjuk. Mahasiswa ini seorang laki-laki. Jadi, yang bukan laki-laki jangan mengaku laki-laki."

Semua orang tertawa dibuatnya. Walau ketegangan masih terus menghantui.

"Petunjuk berikutnya, laki-laki ini berkulit hitam manis. Hayo, sudah ada yang merasa hitam manis? Jika tidak merasa, ya dirasa-rasakan saja. Hahaha."

Kembali suara tawaan semua orang terdengar di gedung itu. Tapi sebagian orang sudah ada yang mulai protes dengan tingkah laku rektor tersebut.

"Baiklah, petunjuk terakhir saya berikan. Nama laki-laki ini depannya huruf W. Saya rasa, itu sudah jelas."

Semua orang terpuju pada seorang laki-laki yang berkulit hitam manis dan memiliki nama yang huruf depannya w.

"Wahyu!" teriak semua orang bahwa si anak pedagang kue dading itu yang mendapatkan penghargaan itu.

Tidak ada yang percaya akan kejadian tersebut. Wahyu diminta memberikan pidatonya. Wahyupun memberitahu latar belakang hidupnya. Seorang anak pedagang
kue dading yang sangat miskin. Namun mampu menyelesaikan pendidikannya dengan tepat waktu di universitas swasta.

Semenjak itu, kehidupan Wahyu dan kedua orang tuanya semakin membaik. Hasil ilmu yang didapatnya selama dibangku kuliah dipergunakannya dengan baik. Hasil
kerja keras yang didapatnya dalam bekerja itu mampu menaikkan kedua orang tuanya pergi Haji.

Janji Persahabatan

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:42, 01-Nov-14

Sebenarnya cerpen ini sudah lama saya buat. Dan cerpen ini sebelumnya saya posting di blog saya yang satunya. Untuk menambah koleksi cerpen saya disini, jadi saya memutuskan untuk paste cerpen itu disini.
Selamat membaca. smile
---
Janji Persahabatan
Oleh: Rino Jefriansyah
---
Aku dan doni berteman sejak kecil. Setiap hari, kami selalu bermain tanpa lelah. Bermain layang-layang, basket, dan lain-lain. Hari-hari kami tidak pernah
sunyi dengan teriakkan kami. Terkadang kami sampai lupa waktu, ketika pulang kami pasti dimarahi oleh orang tua. Namun, bagi kami tanpa bermain terasa
jenuh. Lebih dari jenuh. Disaat usia kami masuk sekolah dasar, kami masuk di sekolah yang sama dan kelas yang sama. Hebatnya, selama 6 tahun disana, kami
satu kelas dan satu bangku. Kelulusan tiba, kami berbeda smp. Meski begitu, dihari libur, kami selalu bermain. Permainan kami tidak seperti dulu. Kami
mengisinya dengan video game. Kami suka sekali dengan game ctr (Crash Team Racing).

Kami suka beradu kecepatan jagoan masing-masing. Jagoanku adalah dr. neo, sedangkan doni crash bandikot. Masing-masing jagoan kami memiliki kecepatan yang
sama. Yang membedakan, teknik bermain. Aku sering kalah terhadapnya, karena aku tak begitu pandai mendalikan stick ps ini apabila tinggal 1 lap lagi. Ketegangan
melandaku setelah melewati garis yang memasuki lap terakhir. Tak tenang bahwa sedikit lagi menang. Namun, ketegangan itu membuat aku sering jatuh ke jurang.
Perbuatanku yang begitu, jagoanku dapat disusulnya dengan senjata andalan setiap mobil. Wujud senjata itu seperti topeng. Topeng itu berputar-putar gaya
laso. Ada yang berwarna oren dan hitam. Yang oren itu aku-aku, yang hitam itu uka-uka. Jika senjata itu dikeluarkan, bisa menambah kecepatan mobil dan
juga bisa menyerang lawan yang di depan. Bahkan, bisa menembus pintu tembusan apabila di tutup. Tapi anehnya, ketika aku bermain sendiri, tak ada rasa
keresahan yang aku rasa. Malah, kosentrasiku sangat kuat jika sudah diposisi lap terakhir. Mengapa bisa begitu? Sebab, disaat kita saling beradu, doni
suka membuyarkan kosentrasiku. Ia akan lakukan segala cara ketika aku sedang di atas. Kadang-kadang, aku suka memarahinya. Namun, ia mengacuhkannya. Malah,
kami suka teriak-teriak ga karuan.

Keceriaan itu tidak selamanya hadir pada kami. Rasa kehilangan mulai melanda. Itu bermula sejak aku dan doni pindah rumah. Dahulu, kami tetanggaan. Walau
begitu, kami kembali satu sekolah menengah atas. Permintaan doni kepada orang tuanya. Meski kami selalu bermain game, tetapi tidak seperti dulu. Semua
berubah saat doni memiliki kekasih. Waktu liburnya hanya diberikan pada pacarnya. Bukan ke sahabatnya lagi. Sifatnyapun berubah 180 derajat. Dia tidak
mempedulikanku lagi. Dulu, dia selalu curhat kepadaku tentang masalahnya. Begitu juga sebaliknya aku padanya. Sekarang ia lebih suka curhat pada kekasihnya
yang belum tentu menjadi belahan jiwanya. Aku tidak mengerti, mengapa ia tega melakukan kepadaku. Melupakan sahabatnya sejak kecil.

Perlahan tapi pasti, kami tidak bersama lagi. Aksi bermain kami di video game tidak dilakukan lagi. Oh don? Ada apa denganmu? Mengapa kau melupakan sahabatmu
sendiri yang sudah mengenalmu saat kita masih kecil? Sudahkah engkau melupakan masa-masa indah kita dulu? Jika kekasihmu itu memang jodohmu, aku sebagai
sahabat memberikan selamat kepadamu. Namun, jika bukan jodohmu, kembalilah padaku. Kita kembalikan lagi masa-masa kecil kita. Aku tidak akan menutup diri
untukmu kembali. Aku terus menunggu dirimu kembali. Aku tidak akan melupakan sahabat yang dulu mengisi hari-hari.

Semenjak ia sudah memiliki kekasih, perilaku di sekolahpun berbeda. Ia tak mau sebangku denganku lagi. Ia memilih sebangku dengan kekasihnya. Dahulu, kita
sering berdiskusi terhadap pelajaran yang kita tidak ketahui. Memecahkan teka-teki bersama tanpa bantuan teman-teman lain. Selain itu, kau sekarang tak
mau melihatku lagi. Melihat, lalu pergi entah kemana bersama pacarmu itu. Oh don, sadar don. Semua orang berhak memiliki kekasih, tapi jangan melupakan
sahabat don. Apalagi kita dari kecil. Sahabat itu abadi, pacar belum tentu.
Setiap sujudku selalu namamu yang kuucap dalam do�a. Saat melihat teman-teman bermain, aku selalu memikirkanmu. Meski kau suka membuat aku kesal, tetapi
kau tetap sahabatku.

Tinggal satu tahun lagi aku dibangku sma. Tetapi aku harus pindah karena ayahku dimutasi. Tak ada salam perpisahan darimu. Kau sudah tak peduli. Namun,
aku selalu peduli terhadapmu. Tak ada air mata yang keluar darimu untukku. Namun, air mataku keluar untukmu. Kepergianku hanya angin saja bagimu. Kehilanganmu
bagaikan garam tanpa merica.

Satu tahun telah berlalu. Tanpamu aku berhasil menyelesaikan pendidikanku. Walau hati ini masih bertanya-tanya. Bagaimana kabarmu sekarang?
Entah mengapa hati ini terpanggil pergi ke tanah lapang saat kecil aku dan doni bermain layang-layang. Aku nyalakan motor bebekku untuk menuju kesana.
Sempat gerimis menusuk tubuhku. Akan tetapi, gerimis itu aku lawan. Aku terus mempacu motorku. Tidak peduli lagi dengan hujan dan asap kenalpot. Yang penting
sekarang, aku harus mengikuti kata hati. Kata ibuku, ikutilah selalu kata hatiku. Jangan kau berpaling dari hatimu. Kata hati jjauh lebih baik dari kata
orang-orang.
Aku hentikan motorku dekat tiang bendera. Tiang itu akan dipasang bendera mendekati 17-an. Sekarang bulan november. Aku baru teringat, hari ini adalah
ulang tahun doni. Sejak tahun lalu, ia tak pernah merayakan ultahnya bersamaku. Ia merayakan bersama tulang rusuknya. Aku memasuki tanah lapang itu, suasana
saat itu sedang ramai dengan anak-anak yang sedang bermain layang-layang, yo-yo, gasing, tamiya, dan lain-lain. Pandanganku melihat anak-anak yang bermain
itu, tetapi kakiku terus berjalan yang tak tahu kemana kaki ini akan membawaku. Tubuh ini seperti ada yang menarik. Seperti magnet yang mendapat besi.
Suara anak-anak mulai tak terdengar. Tanah lapang ini memang luas. 5 hektar mungkin ada. Hingga akhirnya, kakiku berhenti dekat kursi panjang yang dulu
selalu aku dan doni duduk beristirahat. Aku duduk disana. Memandang dari kejauhan anak-anak yang bermain 100 meter. Tiba-tiba dari arah kanan aku mendengar
suara langkah kaki yang teralaskan sepatu. Aku melihat, tapi wujud misterius itu tertutup debu. 25 meter lagi orang itu menghampiriku. Setelah angin itu
menyapu debu, mulai terlihat sosok laki-laki berambut panjang. Ternyata dia..

"Don!?" Nama itu terucap tiba-tiba dari mulut ini.

"Iya." Laki-laki itu menjawab.

"Hi tom? Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tak berkomunikasi yah?" Sapa doni kepadaku.

"Ba.. Ba.. Baik. Kenapa kau kesini?" Pertanyaan itu langsung saja melintas dibenakku.

"Mengenang masa-masa kecil kita tom." Ia menjawab sedikit sedih.

"Mengenang masa kecil kita? Aku pikir kau telah melupakannya? Dan juga, melupakan sahabat kecilnya untuk lebih bersama pacarnya?" Aku Ceplas-ceplos mengatakan
itu padanya. Aku sudah tidak tahan menyimpan perasaanku.

"Maafkan aku tom. Aku sudah mengkhianati persahabatan kita. Aku telah menyesal menjauhimu dan tak mempedulikanmu lagi. Aku telah masuk dalam lingkaran
setan yang menghancurkan persahabatan kita. Aku sudah tergoda dengan cinta lawan jenis, melupakan cinta persahabatan yang dulu kita ucapkan. Disaat suka
maupun duka, kita harus saling bersama. Meski kita sering berantem, tapi kekompakan kita dalam persahabatan tidak pernah surut. Aku mengakui kesalahanku.
Kebodohanku. Aku buta cinta, sehingga menjadi buta hati tak mau lagi bersahabat denganmu. Namun kutahu, cinta kepada lawan jenis belum tentu abadi seperti
cinta persahabatan kita. Pacar, belum tentu menjadi pendamping selamanya. Sahabat, adalah pendamping yang tak akan punah dimakan waktu. Pacar hanya satu,
tetapi sahabat lebih dari satu."

"Tapi mengapa kau kesini? Biasanya kau selalu bersamanya?"

"Aku sudah tak menjalin asmara dengannya. Aku telah tertipu. Aku hanya alat baginya. Alat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Hartaku habis karenanya.
Ayahku bangkrut dalam perusahaannya. Setelah aku ceritakan itu padanya, ia malah memutuskan hubungan. Ia meninggalkanku dan memilih laki-laki yang berdompet
tebal. Baru saat itu aku sadari, selama ini aku hanya diperlalat. Untung ayahku menyimpan sedkit uang ditabungannya. Untuk sementara ini, kami tinggal
di rumah kontrakkan. Rumah yang biasanya tempat teduh kini harus dijual untuk membayar karyawan yang di phk. Aku merasa hancur. Tak ada seseorang yang
dapat menenangkanku. Kau pergi pindah sekolah. Teman-teman yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing. Aku menjadi sendiri. Aku rasakan yang kini kau
rasakan. Kehilangan orang yang dulu mengisi hari-hari. Dan kini aku kesini. Tak tahu mengapa diri ini mengatakan aku harus berada di tempat ini. Aku menangis
tertahan melihat tempat ini. Penuh dengan kenangan yang dulu menghiasi hari-hari kita. Aku ikuti saja hati dan kaki ini. Aku terus melangkah tak tahu tujuan.
Ketika aku sampai disini, aku melihat sosok yang sepertinya aku kenal. Dan mengetahui sosok itu adalah dirimu. Disaat kau memanggil namaku, aku menangis
dalam hati. Kenapa dulu aku lupakan."

Doni menangis setelah mencurahkan isi hatinya. Lalu ia mendatangiku, memelukku dengan erat. Aku rasakan pelukannya yang penuh kesedihan.

"Sahabatku, maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengkhianati janji persahabatan kita. Kita harus bersama disaat suka maupun duka."

Aku tidak tahan lagi dengan apa yang ia katakan.

"Ia sahabat, aku maafkan kesalahanmu. Aku sebenarnya telah memaafkanmu sebelum kau mengatakannya."

Pada saat itu, kita menangis bahagia. Berjanji tidak melanggar janji persahabatan. Kami habiskan hari itu dengan kembali bermain layang-layang. Berlari-lari
saking girangnya. Tak terasa senjapun datang. Matahari mulai perlahan pergi ke barat untuk tidurnya. Dari kejauhan, bulan mulai datang dengan sinarnya
nan elok. Menemani malam yang begitu gelap.

Semenjak itu, kami kembali bersahabat. Mengisi hari-hari dengan penuh ceria. 10 tahun telah berlalu. Komunikasi kami tetap jalan walau kami telah berkeluarga.
Meskipun sekarang kami memiliki kesibukkan yang berbeda-beda, tapi saat hari libur kami selalu bertemu. Entah aku yang pergi ke rumahnya atau sebaliknya.
Isteri-isteri kamipun menjadi sangat akrab. Saat kami sedang bermain video game, isteri-isteri kami memasak di dapur untuk makan bersama. Anak-anak kami
yang usianya masih balita, bermain gasing dengan ceria. Rupanya, perilaku kami tertular kepada anak-anak kami.

The Seller Chicken Porridge

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 15:07, 27-Okt-14

Hi all, this is my first article in English.
Happy Reading.
---
The Seller Chicken Porridge
---

Bandung - On the road Geger Kalong Girang, a lot of the food trade. From cart until stall.

 

Of all the existing traders, there is only one seller of chicken porridge.

Mr. Dudu, Mr. Dudu, chicken porridge seller name. He said, had long been selling chicken porridge.

 

“I sell porridge since 1973 in Jakarta. Then I moved to Bandung to continue my deceased friend.” He said while serving customers.

 

Before becoming a seller of chicken porridge, he admitted to selling the other.

 

“Before I became a seller of chicken porridge, I was once a meatball seller. I moved the profession because it is not so behavior. When I became a porridge seller, who bought the lot.” He said smiling proudly.

 

The seller from this sumedang said also, actually he wanted to has a stall.

 

“I wanted to has a stall. But until now I was not able to. Because, in a day is not a lot of income. If a lot is buy, it can be 40 thousand. But if buyers deserted, only got 20 thousand. The risk if buyers deserted, discarded porridge. Except crackers. So to buy the materials, I must cover the shortfall.” The answer is a little sad.

 

As long sellers to sell, Mr. Dudu is not stingy to share the recipe porridge.

 

“How to make a porridge like in general. But if I use the seasoning pack, salt, and soy sauce as a complement. If others, sometimes give extra spice. I don't want to because I think it a little strange.” He said with a smile.

 

We expect, hopefully Mr. Dudu can buy stall. For those of you who want to try the chicken porridge Mr. Dudu, you can go to address on the road Geger Kalong Girang in propen. Open everyday in the morning.

Gadis Tunanetra

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 09:58, 12-Okt-14

Hi all. Ini adalah novel bersambung yang saya buat 3 tahun lalu. Novel ini kata2nya masih berantakkan. Saya tidak menyuntingnya. Biar ini apa adanya dulu. Yah seperti cerita tunanetra bisa segalanya. Sumbernya dari hp n70 saya. Baru saya temukan kemarin malam. Meski memang belum selesai, tapi cerita ini ada nilai yang bermanfaat. Novel bersambung ini sekitar 87 halaman. Bagi yang udah baca, mohon komentarnya yah.

gadis-tunanetra.zip

Tunanetra Bisa Segalanya

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 18:16, 06-Peb-14

Obrak-Abrik Pesan yang ada di HP N70, menemukan Cerita terpanjang dan terlebay yang pernah Saya buat. Cerita ini Saya buat ketika masih SMP. Dan ketika itu belum banyak perbendaharaan kata. Sehingga menjadi seperti ini. Jika ada yang salah, mohon dimaafkan. Karena Saya tidak melakukan pengeditan. Biar Cerita ini apa adanya.
Selamat membaca..
tunanetra-bisa-segalanya.txt

Hidup dan Mati

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 03:30, 25-Jan-14

Aku berpikir keras di atas Kursi yang biasanya digunakan untuk belajar di Rumah. Di hadapanku terdapat sebuah Meja yang besarnya sebesar Meja Guru. Di atasnya ada dua buah Papan Nama, dua Air Mineral, dan sebuah Papan yang memiliki 64 Petak beserta Buahnya. Aku sedang mengikuti Lomba Catur Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2011 di Surabaya tingkat Nasional. Tanganku merabah-rabah Buah Catur yang sedang berdiri di Petaknya yang sudah tidak beraturan. Lomba Catur ini sangat berbeda, karena Lomba ini Khusus Tunanetra. Sistem bertandingnya sama dengan Lomba-Lomba pada Umumnya, yang membedakan adalah Caturnya, Waktunya, wajib menutup Mata, sehingga harus dirabah menggunakan Tangan.

Bentuk Caturnya sama seperti Catur yang biasa dimainkan. Perbedaannya, Catur Tunanetra ini disetiap Petaknya harus diberi Lubang. Bertujuan agar saat dirabah tidak mudah terjatuh. Selain berlubang, dua Warna Petaknya (Khusus Warna Putih) diberi tanda supaya bisa membedakan Petak Hitam dengan Petak Putih. Tanda yang diberi pada Petak Putih ialah Papan Tipis. Jadi kesannya lebih tinggi sedikit.
Untuk Buah Caturnya, masing-masing Buahnya diberi Kayu seperti Tongkat Kecil sebagai Kakinya. Agar dapat membedakan Buah Catur Hitam dengan Buah Catur Putih, khusus Warna Putih di atas kepala Buahnya diberi Paku Payung. Waktu yang diberikan selama 1 jam, yang Normalmya hanya 45 menit. Setiap Peserta wajib menutup Mata, meskipun Total, tetap harus ditutup. Bertujuan, supaya Peserta yang masih bisa melihat (Low Vision) tidak bermain Curang. Sehingga Peserta untuk Bermainnya menggunakan Tangan. Sebenarnya bisa menggunakan Notasi, namun ketika itu harus dirabah. Notasi itu adalah tanda-tanda. Dari Benteng kiri (arah Putih) sampai Benteng kanan (arah Putih) adalah tanda Abjad. A sampai H. Dari Benteng Putih kiri sampai Benteng Hitam kiri, adalah tanda-tanda Angka. 1 sampai 8. Jika dimainkan seperti ini :
“Benteng A1 ke A5.”

Aku bingung harus melangkah apa, Jalanku sudah terkunci. Posisi Lawanku sedang di atas Angin, tidak ada langkah lagi untuk Menang. Sekarang Aku hanya bisa Pasrah, Aku serahkan semuanya pada Tuhan. Ini adalah Langkah terakhirku, Aku Sorongkan Mentriku ke kanan sebanyak dua Petak. Setelah meletakkan Mentriku, Aku Ber-Do’a semoga dapat petunjuk. Kata Agama yang Aku anut, jika sedang posisi Genting baca saja Surat Al-Ikhlas. Aku percaya pasti Pertolongan Tuhan itu akan datang. Aku rasakan, tanda-tanda itu mulai datang. Lawanku mulai salah melangkah. Ia memakan Bentengku menggunakan Kudaku. Sehingga Dia mendapat peringatan dari Wasit. Peringatan tersebut adalah Waktunya berkurang selama 5 menit. Mungkin gara-gara peringatan itu, Dia mulai down. Waktunya Dia sudah tinggal 15 menit lagi, sedangkan Aku masih di atas 20 menit. Dia melangkahkan Bentengnya kea rah kiri sebanyak 2 Petak. Walaupun tanda masih bisa Menang itu ada, tetapi sedikit sulit. Aku langsung saja melangkahkan Kudaku (liter L) ke atas. Dia langsung merabahnya. Tiba-tiba Dia salah Langkah, Bentengnya yang lain maju selangkah untuk mengancam Kudaku. Jusru itu membuat Aku memiliki keyakinan untuk Menang.

Sebelumnya, ketika Dia masih di atas Angin, Dia minta Minum kepada Pendampingnya. Aku berkata dalam Hati :

“Awas Kau ya! Jika Aku nanti di atas Angin, Aku Minum juga.”

Minum disaat Lomba menandakan bahwa itu mengejek Lawan. Dan saat ini Aku mulai di atas Angin. Aku Angkat Kudaku kea rah kanan, sehingga terjadi Skat plus Ster. Itu adalah bagian yang paling disuka setiap Peserta. Setelah Aku letakkan Kudaku, Aku menggesek Tanganku bahwa menandakan Aku di atas Angin. Saat Lawanku sedang merabah, Aku minta Minum kepada Pendampingku.

“Akhirnya Aku bisa membalasnya!” Teriakku dalam Hati.

Lawanku sudah mulai kebingungan, Dia berkali-kali salah Langkah. Aku terus menggiring Rajanya, hingga momen itu menghampiriku. Awalnya Aku sempat bingung, tiba-tiba Tangan Jeketku menyentuh Benteng yang ada di arah kanan. Langsung saja, Benteng itu Aku arahkan pas di depan Rajaku dan pas juga di depan Raja Lawanku. Pendampingnya mengangat Tangan, Wasitpun segera menghampiri Meja Kami.

“Putih sudah Mati! Hitam yang Menang!”

Senyum itu melintas dBibirku, Kemenangan itu akhirnya Aku dapatkan yang awalnya sulit Aku Raih.

Hikmah dibalik Cerita ini adalah, apabila Kita percaya dengan Pertolongan Tuhan, maka Pertolongan itu pasti akan datang.

Karya Special

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 16:17, 02-Jan-14

Hi Guys.
Kali ini Saya ingin memosting Karya Tulis ni. Karya Tulis ini berupa Puisi yang sekaligus juga Lagu.
Untuk Puisinya :

Cinta dalam Hati
(Karya : Rino Jefriansyah)

Awalnya Aku merasakan,
Rasa Cinta yang tak tertahankan,
Mencoba untuk mengungkapkan,
Walau sedikit ada rasa gundah.

Ternyata rasa gundah itu,
Memang benar adanya,
Kumendengar dari Orang terpecaya,
Bahwa Aku dan Kamu sangat berbeda.

Apa daya Kutak bisa Melawan-Nya,
Kehendak Tuhan Melarang Kita Bersatu,
Jika memaksa Aku takut nan terjadi,
Biarkan ini Aku Pendam Sendiri.

Maafkan Kutak bisa mengungkapkan,
Perasaan Ku kepada Mu,
Meski begitu Kau tetap di Hatiku,
Walau hanya Cinta dalam Hati..

Untuk lagunya, ada diantara 2 link ini. Selain lagu, juga terdapat sebuah Film Audio MP3.
Info lebih lanjut, silahkan

Klik disini!

dan

Disini jugaaaaaa!

Selamat Menikmati... smile

Seorang Atlet Tinju Kuliah dijurusan Sastra Inggris

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 14:20, 26-Des-13

Halo Teman2 semua. Dua Minggu yang lalu, Saya diberi tugas untuk mewawancarai Teman Saya. Ini hasilnya:
---
BANDUNG - Suasana Pagi di Universitas Pasundan Jurusan Sastra Inggris Semester 1 Jalan Setia Budi, sangat meriah. Mereka sangat berantusias mengikuti Pelajaran yang diterangkan oleh Dosen. Kamis, 12/12/2013.

Dari 62 Mahasiswa yang terdaftar, ada salah satu Mahasiswa yang berbeda daripada yang lain.
Mis'an, Pemuda asal Garut ini yang lahir pada tanggal 7 Agustus 1995, memiliki suatu Kemampuan ber-Olahraga Tinju. Anak ketiga dari Pasangan Almarhum Bapak Odim dan Ibu Imas ini mengatakan, sebelum Ia lanjut Pendidikan di Perguruan Tinggi, Ia pernah Latihan Tinju disebuah tempat Kursus di Garut.

"Tinju adalah salah satu Hobi Saya. Saya menyukainya sebab Olahraga itu Latihannya Sangat Keras dan Disiplin."

Ujarnya dengan Semangat.

"Pertama Latihan sangat Capek, karena belum terbiasa. Meskipun begitu Saya tetap jalaninya dengan penuh Semangat yang membara."

Tambahnya penuh Percaya Diri dan dengan Senyumman.

Mahasiswa yang Akrab dipanggil Clek ini mengaku, Ia suka dengan Olahraga Tinju karena Mengidolakan Many Pacquiau.

"Many Pacquiau itu Orangnya keren habiiiiis. Saya ingin seperti Dia yang mempunyai banyak Prestasi."

Jawabnya sedikit Tertawa.

Walaupun Clek Petinju asal Kabupaten, tapi Ia memiliki Prestasi yang patut diperhitungkan.

"Tahun 2011, Saya Juara 1 Seperiangan Timur di Garut kelas 56 kg Junior, Tahun 2012, Saya Juara 1 Seperiangan Timur di Banjar kelas 60 kg Junior, dan Saya pernah Juara Raner up tahun 2012 sleksi ke JURNAS di Bandung."

Demi melanjutkan Pendidikannya, Clek meninggalkan Olahraga Tinjunya yang sudah ditekuni dari tahun 2010 sampai 2012.

"Saya ingin Kuliah, karena Saya bercita-cita ingin jadi Orang yang sukses dan ingin membanggakan Orang Tua. Saya memilih Jurusan Sastra Inggris karena Saya Suka Bahasa Inggris. Selain itu, Bahasa Inggris kan Bahasa Internasional. Saya tidak mau sia-siakan Usia Saya."

Ujarnya dengan tegas.

Selain meninggalkan Kota Kelahirannya, demi meraih Cita-Citanya Ia Merantau ke Bandung. Selama di Bandung, Clek tinggal di Jalan Buah Batu. Ia mengakui, dari Buah Batu ke Setia Budi tidak dekat.

"Kalau Kuliahnya Pagi pukul 07:30 WIB, Saya berangkat pukul 06:00 WIB. Karena waktu ditempuh menuju UNPAS, selama 1 jam 30 menit. Apalagi Transpotasi yang Saya gunakan adalah Angkot. Jadi harus pagi-pagi sekali. Meskipun begitu, Saya tetap Senang demi Masa depan Saya."

Jawabnya penuh Semangat.

Harapan Clek kedepannya adalah, ingin menjadi Orang yang lebih Baik, Lebih Pintar, dan Lebih Soleh.
Semoga Harapan Clek dapat terkabul dengan Semangatnya yang begitu tinggi.

Sumber : Koran Nasional Literature Post
Reporter : Rino Jefriansyah

4 Kunci meraih Kesuksesan

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 15:40, 19-Des-13

Beberapa Minggu yang lalu, ada sebuah insiden yang membuat Saya Marah. Meremehkan atas tujuan Saya kedepannya. Tapi setelah Saya bisa mengendalikan Emosi, Saya menemukan 4 Kunci yang sangat berguna buat Saya. 4 Kunci tersebut adalah :
1. Keberanian.
(Berani bertanggung jawab dan berani menanggung risiko yang dilakukan).
2. Pembuktian.
(Membuktikan bahwa yang dilakukan itu Benar, dan tidak mengarah keraguan).
3. Berusaha.
(Berusaha semaksimal mungkin tanpa kenal Menyerah).
4. Ber-Do'a.
(Jika 3 Kunci itu sudah dilakukan, tetaplah ber-Do'a agar dilancarkan oleh Sang Pencipta).
Keempat Kunci itu adalah Kunci menuju Kesuksesan. Tanpa 4 Kunci itu, maka kesuksesan tidak akan datang kepada Anda..

Perjalanan yang Penuh Suka dan Duka

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 13:37, 12-Des-13

Aku termenung di Bandara Spinggan Balikpapan. Diam Menunggu keberangkatan bersama Rombongan KALTIM ke Makasar untuk mengikuti Lomba Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Menulis dan Membaca Karangan pada hari Minggu, tanggal 19 Juni 2011. Tiba-Tiba Aku menjadi Marah, ketika itu kejadiannya pukul 13:35. Ada Seorang Petugas Maskapai Penerbangan yang Kami gunakan untuk berangkat ke Makasar, mendatangi Kami agar menulis persaratan Keselamatan.

"Lo? Biasanya tidak ada persaratan yang harus ditulis?"

Tanyaku dalam Hati karena sudah mulai Kecewa. Ketua Rombongan Kami, Pak Hendra dan Guru-Guru Pendamping sudah menjelaskan bahwa itu tidak perlu. Tapi Petugas tersebut tetap keras dengan pendiriannya supaya Kami menulis persaratan Keselamatan. Kekecewaan itu bertambah besar, sebab itu rekomondasi dari Dokter. Aku maju, dan langsung mengskak mat Petugas itu dengan berkata:

"Kami memang Penyandang Disabilitas, tetapi Kami tidak pernah mengganggu selama Pesawat sedang Terbang! Kami tidak seperti Balita yang sudah diberitahu masih tetap Nakal! Kami cukup dikasih tahu sudah mengerti! Sebab Kami sudah terbiasa Berangkat dengan Pesawat. Yang bikin Kami Kecewa adalah, rekomondasi dari Dokter. Kami tidak seperti Penyakit yang Menular! Jadi tolong singkirkan ini dari Kami!"

Petugas itu hanya bisa diam, seketika itu juga langsung kabur meninggalkan Kami.

Pukul 15:30 WITA, Kami lepas landas menuju Bandara Sultan Hasanudin Makasar. Pukul 16:20 WITA, Kami berhasil mendarat dengan selamat. Pukul 17:06 WITA, Kami menaiki Bis yang sudah disiapkan dari Panitia Festival. Perjalanan menuju Hotel Kualiti, tempat Kami menginap, penuh ketegangan. Sebab, Bis yang membawa Kami suka berhenti mendadak.

"Ya Allah, semoga cepat sampe dech ditujuan."

Panikku dalam Hati karena sudah berkali-kali Bis tersebut rem mendadak. Selama 20 Menit, akhirnya sampai juga di Hotel Kualiti. Setelah turun dari Bis, Aku langsung mengucapkan:

"Alhamdulillah!"

Aku bersyukur, selamat dari jeratan maut. Tanggal 21 Juni 2011, Aku bersiap untuk Lomba. Lomba dimulai pukul 08:00 WITA yang diawali dengan Menulis Karangan. Untuk membacanya, dilakukan pada pukul 19:00 WITA dihari itu juga. Aku berhasil Menulis sebanyak 6 Lembar Braille dalam waktu 1 Jam 45 Menit. Setelah Makan Malam, Aku langsung menuju tempat Lomba Mengarang. Saat itu sudah dipenuhi Peserta Mengarang yang totalnya ada 23 Peserta. Rasa keteganganku kembali datang karena Aku nomor urut 2. Tetapi nomor dadaku 4. Aneh kan? Hahaha.

Awalnya lancar-lancar saja, tetapi ketika sudah mau diakhir, Aku salah menyebutkan teks nya. Oya, Tema yang Aku ambil adalah Pemanasan Global terhadap Lingkungan. Sedangkan Judulnya, Pohon dan Uang.

"Jika Kita dulu dapat melestarikan Pohon, mungkin tidak ada Pemanasan Global. Tapi sekarang, Pemanasan Global tidak terjadi!"

Aku terdiam, tiba-tiba Aku merasa down berat. Meskipun begitu, Aku berhasil menyelesaikannya. Tetapi ada rasa bersalah yang terus menggangguku. 4 Jam Lomba, akhirnya diumumkanlah keputusan yang Lolos ke Babak Grand Final. Rasa bersalahku berubah menjadi tegang, berharap agar lolos ke Babak Grand Final.

"Alhamdulillah!"

Aku bersyukur dan langsung Sujud Syukur karena Lolos ke Babak berikutnya. Di Malam itu juga, Kami diberikan Tema baru. Mungkin sudah larut Malam, dan Karangan tersebut harus ditulis dan dibaca esoknya, Aku salah membuat Karangan. Karangan tersebut membuat Aku tidak Juara, hanya mampu sampai Peringkat 9. Tetapi bagiku, ini adalah sebuah pencapaian besar yang tidak akan Aku lupakan. Aku belajar banyak dari Lomba ini. Setelah Penutupan dan Pengumuman Pemenang, Kami disuruh tunggu di Kamar masing-masing untuk penggantian Transpotasi. Ketika amplok tersebut ditanganku, Aku marah sekali. Karena tidak sebanding denngan Tiket Pesawat dan Ongkos Darat Kami.

Aku melempar Amplok yang masih ada Uangnya. Kecewa karena sudah posisi terbuka. Biasanya selalu tertutup.

"Berarti ini Korupsi! Panitia-Panitia itu mengambil Hak-Hak Kami Penyandang Disabilitas. Makan tuh duit! Selamanya tidak akan abadi!"

Pulang ke Samarinda, Kami harus menomboknya. Walau ada rasa Kecewa, tetapi disisi lain Aku senang. Pulang ke Samarinda terjadi pada tanggal 23 Juni pukul 17:45 WITA. Sebelumnya dari Makasar, Kami berangkat Pukul 16:00 WITA. Kami menggunakan 2 Mobil. Mobil yang pertama untuk Penumpang, sedangkan Mobil kedua untuk Barang-Barang. Setelah mengantar sebagian Rombongan, tiba-tiba ada sebuah insiden. Terjadi tertukarnya Koper Rombongan. 1 Rombongan KALTIM, ada dua Orang yang menggunakan Koper yang sama. Terpaksa sebelum mengantarku, Kami harus menyelesaikan masalah ini. Aku baru bisa Pulang puku 23:45 WITA. Aku Langsung mengganti Baju Tidur. Dan langsung bergegas ke Kamarku. Karena Aku sudah lelah sekali dan keesokannya Aku kembali berkerja keras untuk Lomba berikutnya yang menguras Otakku.

Kehancuran

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:46, 01-Des-13

Entah bagaimana, semua berubah dengan cepatnya. Yang dulunya tenang-tenang saja, kini menjadi ribut. Bahkan keributan itu membuat semuanya menjadi hancur.
Ya, demikian yang Aku rasakan. Semuanya telah berubah. Seperti Gedung yang runtuh karena Gempa. Aku sudah berusaha agar ini tidak terjadi. Bahkan Waktu Istirahatku harus terganggu karena masalah ini. Selain itu, adanya masalah ini juga membuat Aku harus kehilangan banyak Uang. Tidak kebayang lagi jumlahnya.
Semua ini bermula sejak Aku duduk di bangku SMA. Ketika itu, Aku adalah Murid baru disana. Aku dipindahkan dari Sekolahku yang lama disebabkan kenakalanku yang sudah tidak bisa lagi dikendalikan. Bahkan kedua Orang Tuaku harus menanggung juga kerugian yang aku perbuat.
Ya, bayangkan saja. Sejak kecil Aku kurang mendapatkan kasih Sayang dari Orang Tua. Karena Mereka sama-sama bekerja. Dihari Liburpun Mereka juga bekerja. Jadi waktu bersama Orang Tua tidak pernah full. Tujuan Mereka memang untuk Kehidupan, tetapi Aku sebagai Anak ingin sekali mendapatkan Kasih Sayang Orang Tua secara penuh. Tapi itu mungkin hanya Mimpi. Sehingga Dewasanya, Sifatku sangat keras. Tidak boleh dibantah. Jika dibantah, apapun yang ada disekitarku menjadi pelampiasan. Bahkan nyawapun pernah melayang ditanganku. Tapi untungnya, bukan Nyawa Manusia. Melainkan Hewan.
Meskipun begitu Aku pernah dituntut agar masuk Penjara. Sebab, Hewan yang Aku tewaskan itu adalah Hewan yang bernilaikan Dollar. Hmm, untungnya Hakim yang menjatuhkan fonis terhadapku adalah Teman Dekat Ayahku. Dengan diberikan Uang Suapan, Aku hanya difonis sebagai tahanan Kota. Jika tidak begitu, Aku bisa masuk Penjara dan difonis selama 5 tahun.
Aku dipindahkan ke Sekolah baru supaya sifatku berubah. Memang, dengan belajar disana sifatku mulai berubah. Perlahan tapi pasti, Aku mulai bisa mengendalikan emosiku yang sebelumnya tidak pandang dulu. Selain karena Sekolah, Aku jatuh Cinta terhadap Teman sekelasku. Bahkan Dia Teman sebangkuku. Indah, itulah nama Gadis itu. Sifatnya Indah seperti namanya. Terkadang Dia bisa menurunkan Emosiku yang ketika lagi dipuncaknya. Suaranya nan lembut, menghangatkan Hati ini yang tadi beku. Awal berkenalan dengannya, Sifatku masih Egois. Bahkan kekerasan Fisikpun pernah Aku lakukan terhadapnya. Tetapi Dia tidak terlalu menangis seperti kebanyakkan Perempuan kalau dilukai akan menangis bombai. Dia tetap tegar. Bibirnya tetap tersenyum walau hatinya mungkin sedang menangis. Ditatapnya Mataku dengan tajam. Seakan Dia membuktikan bahwa Dia menerima seranganku dengan Iklas. Dari awal kejadian itu, Aku mulai menyadari. Bahwa selama ini yang Aku lakukan telah kelewatan.
Setiap Aku berantem dengan Teman Laki-Laki, cuma Dia yang mampu menghentikannya. Setelah itu, Dia menasihatku seperti Aku adalah Anaknya, sedangkan Dia adalah Ibunya. Kekuatan Nasihatnya benar-benar menusuk ke dalam Hati. Membuat Aku terdiam seperti Paku. Padahal dulu, jika ada yang menasihatku akan Aku lukai juga. Walaupun Orang tersebut lebih Tua dariku.
Waktu semakin berlalu. Aku rasakan Aku bukan yang dulu lagi. Sekarang Aku sudah berubah 360 derajat. Itu semua karena nasihat-nasihat yang diberikan Indah terhadapku. Bahwa Aku yang suka berantem, berubah menjadi Orang yang sabar. Aku yang dulu suka membohongi Penjual Makanan di Kantin, kini dapat Jujur.
Pada Malam saat Bulan Purnama, Aku membuat Puisi yang Aku ciptakan untuk mengaguminya dan mengungkapkan Perasaanku.

Indah, Kau benar-benar membuatku menjadi berubah.
Seandainya jika Kamu tidak ada mungkin Sifatku tidak bisa dikendalikan lagi.
Walaupun Kita hanya Sahabat, tapi bagiku Kau lebih dari Sahabat.
Hmm. Sepertinya ini tidak bisa ditahan lagi.
Aku harus mengungkapkannya sebelum terlambat.

Sebuah Perasaan yang mulai muncul ketika Engkau bisa meluluhkan Hatiku.
Tapi Aku merasa, pantaskah Aku melakukannya?
Aku adalah Lelaki yang awalnya penuh banyak tinta hitam.
Tidak tahu lagi berapa banyak Dosa yang telah Aku perbuat.
Bahkan Tangan ini pun pernah menjadi saksi lahirnya Dosa baru.

Ah. bingung.
Aku harus bagaimana?
Aku sudah tidak tahu lagi.
Ungkapkan?
Atau tidak?

Aaaaaaah! Pusiiiiing!
Tapi Aku adalah Laki-Laki.
Aku harus bisa melakukannya.
Haruuuuus!
Tidak ada kata maluuuuu!

Setelah Malam itu, keesokan Paginya seperti biasa Aku datang ke Sekolah. Tapi waktu itu, sangat berbeda. Setiap Aku berjalan, Kaki ini terus bergetar. Jantung ini juga berdetak lebih kencang. Hmm, seperti genderang mau perang. Dan yang biasanya Aku tidak pernah gagap, tiba-tiba gampang sekali gagap. Semua Orang heran Melihat tingkahku saat itu. Aneh, mungkin itu yang bisa katakan dalam Hati.
Ketika jam Istirahat berbunyi, Aku mengajaknya pergi ke Kantin biasa Kami datangi. Waktu itu Aku pegang Tangannya dengan erat. Aku rasakan, Suhu badannya berubah menjadi hangat saat Aku memegang Tangannya. Apakah ini pertanda? Ah, entahlah. Aku duduk paling ujung. Agar tidak terlalu diperhatikan Orang. Selesai Makan, Aku mulai bertindak. Aku keluarkan segala Perasaanku selama ini terhadapnya. Dia hanya tersenyum. Tapi tatapan Matanya benar-benar fokus menatapku. Sepertinya tidak mau kelewatan.
Ketika Aku mengatakan, maukah Engkau menjadi Kekasihku? Dia Menangis. Namun tangisannya tangisan bahagia.
Yah, dengan serak Dia menjawab. Aku menjadi Senang. Lekas Aku Peluk Dia seperti sudah lama tidak pernah ketemu.
Setelah kejadian itu, Hidupku terasa damai. Bersamanya, Hidupku benar-benar berwarna. Sebagian Orangpun ada yang heran terhadap Kami berdua. Tapi Mereka tidak terlalu memikirkannya.
Kemesraan itu semakin berlalu. Aku berharap Kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Tapi perlahan muncullah masalah-masalah. Terkadang Aku dengan Dia sering sekali bertengkar. Padahal, hanya salah paham saja. Aku mengalah. Aku tidak mau kehilangan Dia. Biar saja Aku yang terluka. Asalkan Kau tidak putus dariku. Akhirnya Dia mengerti. Aku heran terhadapnya, tiba-tiba Sifatnya berubah. Tidak seperti Indah yang Aku kenal. Yah, sudah mulai seperti Sifatku yang dulu.
Setelah kejadian itu, muncul masalah baru. Kali ini Cemburu.
Saat itu Aku hanya ingin bertanya kepada Temannya Indah. Seorang Perempuan. Setiap waktu Aku sering bertanya terhadapnya tentang cara membuat Kue yang Enak. Sebab, beberapa minggu lagi adalah Ultah Indah. Aku ingin membuat kejutan di Ultahnya.
Sehari sebelum Ultahnya, Ia Marah-Marah. Dia terus menanyakan Janji yang pernah Aku ucapkan ketika menembaknya. Akan setia. Tidak pernah Selingkuh. Aku sudah jelaskan padanya, tapi Dia tidak mau mengerti. Sehingga Aku kembali mengalah supaya Dia bisa mengerti.
Aku terus bertanya dalam Hati. Mengapa Dia berubah. Awalnya tenang-tenang saja. Aku ingin tahu apa yang dilakukannya diluar Sekolah.
Akhirnya Aku coba slidiki Kehidupannya. Aku datangi Rumahnya. Orang Tuanya sudah kenal baik terhadapku. Tapi yang terjadi, Indah tidak ada di Rumah. Katanya, Indah jalan bersama Temannya untuk pergi ke sebuah tempat. Orang Tuanya tidak tahu Indah pergi kemana. Orang Tuanya juga heran bahwa belakangan ini Indah berubah sifatnya. Padahal dulu Dia rajin ber-Ibadah. Tetapi sekarang sudah mulai malas. Aku langsung mengeceknya keberadaannya di HP ku. Kubuka Menu Peta yang ada di HP ku. Dengan nomor HP, Aku lacak keberadaannya. Alangkah terkejutnya, Dia pergi ke tempat yang tidak sepantasnya didatangi. Dia pergi ke tempat Hiburan Malam. Lekas Aku pamit kepada Orang Tuanya Indah untuk pergi kesana. Melihat apa yang sedang terjadi.
Aku pacu Mobilku dengan kencang. Tidak sampai setengah jam, Aku berhasil sampai di tujuan. Agar tidak ketahuan, Aku menyamar menggunakan Kaca Mata Hitam, Topi Hitam, penutup mulut, dan Pakaian Jas warna Hitam.
Ketika masuk, Bau akohol menyambutku. Selain itu banyak sekali Wanita-Wanita Seksi disana. Bahkan ada yang hanya menggunakan Pakaian Dalam. Tapi Iman yang telah ditanamkan Indah saat belum berubahlah yang mampu menahan segala godaan. Waw, Aku tidak tahu lagi. Banyak sekali Dosa-Dosa tercipta disana. Ketika Aku menuju Kasir, Aku terkejut Indah sedang Minum Akohol. Sebagai bukti untuk menunjukannya, Camerra Video sudah Aku siapkan. Tubuhnya disuntik-suntik.
Narkoba! Teriakku dalam Hati. Aku menangis saat itu. Sebagai Laki-Laki Aku tidak bisa menghentikannya. Bukannya pengecut, Tapi ini mungkin adalah keadaan yang nantinya waktu akan bicara.
Setelah itu, Aku pulang. Tidak tahan lagi dengan apa yang Aku lihat.
Keesokan harinya, Aku bertanya kepadanya. Aku menanyakan, kenapa tidak ada di Rumah? Sedikit pucat tapi berusaha tetap biasa Dia menjawab bahwa semalam pergi ke Rumah Teman untuk tugas Kelompok. Namun Aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak mampu lagi menyembunyikan apa yang Aku lihat semalam. Bukti Video masih Aku simpan. Belum waktunya dikeluarkan.
Dia membantah, bahwa dengan Sumpah atas Nama Tuhanpun diucapkannya. Aku tidak mau mengalah! Akhirnya Aku keluarkan juga bukti Videoku kepadanya.
Kaget, hanya itu yang bisa diekspresikan diwajahnya. Seketika itu Dia langsung Pingsan. Langsung Aku larikan ke Rumah Sakit. Hasilnya, Dia Koma. Dislidiki dengan serius, Indah positif menggunakan Narkoba. Dari Narkoba itu membuat Indah menjadi pingsan. Tidak sadarkan diri. Kebanyakan Orang menilai bahwa penyebabnya adalah Aku. Padahal Aku juga tidak mengerti mengapa Indah bisa sampai tergoda dengan Benda Haram itu.

Ternyata, selain itu Dia juga positif Hamil. Sudah 3 Bulan Dia mengandung. Aku terkejut dengan kabar itu. Lekas Aku tanyakan sama Teman dekatnya. Betapa terkejutnya, Indah berubah karena gara-gara diperkosa oleh Anak Tentara. Pantas. Ketika Aku ke Rumah Indah, ada sesuatu hal yang disembunyikan Orang Tuanya Indah. Jika Orang Tuanya Indah memberitahu kejadian itu padaku, maka Indah Sekeluarga akan Mati. Teman dekatnyapun memberitahu siapa Anak Tentara itu. Dia adalah Teman sekelasku. Saat Sifatku belum berubah, Aku dan Dia sering berantem.
Munculnya kejadian pemerkosaan itu, terjadi saat Aku sedang menembak Indah. Dia Cemburu. Sebulan berlalu Dia memperkosa Indah dengan cara dibius. Kejadian itu membuat Indah menjadi hancur.
Aku menangis, menyesal tidak bisa menjaga Indah. Tapi harus bagaimana lagi, itu sudah terjadi. Tidak bisa diperbaiki.
Sebulan berlalu, Indah sadar dari Komanya. Tapi Dia terbangun dengan Kondisi lumpuh. Mungkin Narkoba yang Dia gunakan itu penyebabnya. Sebagai Kekasihnya, Aku tanggung semua biayanya. Tapi sedikit ada Rasa kecewa dan penyesalan yang mungkin akan terus menghantuiku..

Salah Sambung

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:44, 01-Des-13

Disuatu hari, ada Seorang Perempuan Malaysia sedang bersantai.... Menikmati secangkir Teh Hangat dan juga sambil membaca Koran.... Tiba-tiba,,, ada bunyi Telpon..... Lekas Ia bergegas untuk mengangkatnya....
Ternyata itu adalah suara Laki-Laki Indonesia (Orang Jawa)..
Percakapan:

Perempuan: "Halo???"

Laki-Laki: "Halo, Agus!!! Hehah...."

Perempuan: "Siapa Cakap ni???"

Laki-Laki: "Walah lah,,, Agus! Agus!!!

Perempuan: "Kenapa Orang ni???"
Hahaha....

Kipper Hebat

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:40, 01-Des-13

Saat usianya 15 tahun sampai sekarang usianya kini 20 tahun,
Hebat seorang kiper sepak bola tidak pernah mandi saat usianya 15 tahun sampai sekarang.
Setiap hebat bermain bola dengan teman-temannya,
teman-temannya selalu menggunakan masker karena mencium aroma wangi tapi lawan katanya.
Hebat pun bingung kepada teman-temannya kenapa saat dia bermain bola teman-temannya selalu menggunakan masker.
Sebenarnya,
di lapangan bola hebat tidak begitu hebat.
Tapi berkatnya,
pemain lawan tidak bisa membobol gawang yang dijaga oleh hebatsendiri.
Sesungguhnya,
team hebat CS tidak begitu hebat.
Karena hebat menjaga gawang,
para pemain lawan tidak bisa menendang karena mencium bau harum.
Gara-gara bau harum itulah para pemain lawan menendang bola ke gawangnya sendiri karena sudah putus asa.
Meskipun ada yang pernah melewatinya,
namun saat mau menendang tiba-tiba pingsan karena tidak kuat lagi.
Pernah saat itu waktu pertandingan antar kecamatan,
para pemain lawan cuma berjumlah 4 orang itu pun para pemain belakang karena yang lainnya pingsan semua termasuk pemain cadangan.
Agar tidak ketahuan lawan,
teman-teman hebat menggunakan obat tidak bisa mencium bau tit.
Karena pemain lawan cuma 4 orang,
teamnya Hebat CS pernah mencetak goal 25/0.
5 goal dibabak pertama,
dan 20 goal dibabak kedua.
Karena kehebatannya hebat gawangnya tidak pernah kebobolan.
Nyaris pernah ada yang menendang dan hebat gagal menangkapnya.
Mungkin karena pemain lawan tidak kuat menahannya,
bola yang ditendang tebentur mistar gawang.
Karena kehebatan hebat,
kini hebat menjadi TEAMNAS.
Bahkan kehebatannya itulah hebat diakui dunia seorang penjaga gawang no 1 di dunia.
Karena diakui dunia,
hebat pun bingung apa letak kehebatannya sampai dirinya itu diakui dunia.
Dia merasa permainannya tidak hebat.
Ternyata,
letak kehebatannya adalah di badannya sendiri karena tidak pernah mandi.
Sempat waktu itu hebat mandi disuruh rekan seteamnya karena tidak tahan aroma tubuh hebat,
gawangnya banyak kebobolan.
Untungnya waktu itu hanya pertandingan antar rt.
Karena hebat banyak kebobolan,
rekan seteamnya menyuruh jangan mandi lagi.
Kalau mandi kalah lagi.
Memang benar,
berkat hebat tidak disuruh mandi lagi team hebat cs menjadi juara 1 tingkat rt tahun depan setelah kekalahan.
Kini hebat menjadi kiper no 1 tidak ada yang bisa melewatinya kalau ada yang melewatinya maka akan pingsan.
Saat hebat mewakili negaranya diajang piala dunia (world cup),
team negaranya menjadi juara 1 dan tak ada satupun yang berhasil membobolnya.

Gara-Gara Kehabisan Uang

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:37, 01-Des-13

Wendi, Anton dan Berry pergi ke Mall untuk menghabiskan Uang Gaji Mereka.
Mereka pergi menggunakan Mobil milik Anton.
Sebelum pergi,
Wendi melihat Bahan Bakar Mobil Anton tinggal sedikit.
Wendi pun memberitahu kepada Anton untuk pergi ke SPBU terlebih dahulu.
Namun Anton berkata:
Nanti aja,
Masalahnya kita terlambat mendapatkan diskon besar-besaran.
Masalahnya hanya sampai jam 9 malam.
Sekarang sudah jam 8 kurang 1/4.
Lagian Mobil ini Bensinnya irit kok.
Setelah selesai belanja baru isi Bensin.
Rencananya aku mau beli HP, Pakaian dan Tas.
Nanti uangnya gak cukup.
Ayo kita pergi,
nanti keburu tutup.
Sesampainya disana,
Mereka lupa diri.
Tidak sadar uang Mereka habis tak tersisa.
Saat mau keluar Mall,
setiap kendaraan yang keluar harus membayar karcis.
Disaat Anton mau membayar,
dia kaget bahwa uangnya habis.
Lalu Anton minta uang kecil kepada 2 Temannya,
namun Wendi dan Berry uangnya juga habis.
Karena Mereka tidak bisa membayar,
Mereka harus tinggal di Mall sampai Mall dibuka esok paginya.
Akhirnya pagi pun datang,
Mereka akhirnya bisa keluar Mall.
Namun disaat Anton mau menginjak gas tiba-tiba Mobilnya mati.
Dicoba dinyalakan tetap tidak bisa.
Ternyata,
Bahan Bakarnya benar-benar habis.
Akhirnya Mereka tinggal di Mall lagi.
Untuk pulang menggunakan Kendaraan Umum tidak punya uang.
Untuk berjalan Kaki harus menempuh jarak 15 km.
Jadi Mereka hanya bisa terdiam seperti patung tidak bisa berbuat apa-apa.

Akibat Rebutan Remot Televisi

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:35, 01-Des-13

Berawal dari tempat Kos,
tinggallah dua Penyerang Sepak Bola.
Yaitu : Patrick Wanggai dan Jeri Karpeh.
Diwaktu pagi,
Mereka berdua Sarapan Pagi.
Waktu itu,
Patrick Wanggai lebih dulu ke tempat Meja Makan.
Lalu dia menyalakan TV Film Kartun Spongebob.
Karena Jeri Karpeh tidak suka Spongebob,
Jeri Karpeh mengambil Remot TV yang dipegang Patrick Wanggai.
Jeri Karpeh mengganti acara kesukaannya,
yaitu Film Kartun Tom and Jerry.
Tidak terima acaranya diganti,
Patrick Wanggai mengambil Remot yang dipegang oleh Jeri Karpeh.
Karena tidak mau diambil Patrick Wanggai,
Jeri Karpeh enggan melepas Remot TV nya.
Gara-Gara rebutan Remot TV,
Tubuh Mereka menyenggol Meja Makan yang diatasnya Sarapan Pagi Mereka.
Akibat menyenggol,
Sarapan Pagi Mereka tumpah tak tersisa dipiring.
Mereka pun berkata :
"Jiah,,, Gak jadi Makan deh..."
Setelah itu,
tiba-tiba Listrik Padam.
Mereka berdua berkata lagi :
"Jiah,,, Gak jadi nonton deh...
Denasip Denasip...
Sudah makanan tumpah,
sekarang Listrik padam.
Denasip Banget deh Gue... sad"

Takut Puasanya Batal

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:31, 01-Des-13

Pada saat sebelum Shalat Tarawih,
Budi dan Para Jemaah Shalat Tarawih mendengarkan Ceramah dari Ustad.
Ustat itu Berceramah tentang apa-apa saja yang bisa membatalkan Puasa.
Yang menarik bagi Budi adalah saat Puasa dilarang memasukkan atau mengeluarkan sesuatu dari lubang.
Budi berpendapat bahwa selama ini ternyata Puasanya batal karena Mendengar, Melihat, Bernafas, Berbicara, Buang Air Kecil dan Buang Air Besar membuat Puasanya batal.
Jadi setelah Adzan Shalat Subuh Budi tidak akan memasukkan ke lubang atau mengeluarkan dari lubang.
Itu pun benar-benar dilakukannya.
Jadi saat Adzan Subuh tiba Budi menutup telinganya dengan penutup telinga, menutup matanya menggunakan penutup mata, menutup hidungnya dengan masker dan menutup mulutnya dengan lem.
Keluarganya pun kaget melihat Budi seperti itu.
Melihat tingkah adiknya yang aneh,
Kakaknya mencoba membukanya.
Namun itu dilarang Adiknya.
Dengan bahasa tangan Budi memberitahu jangan dibuka.
Keluarganya membiarkannya biar kapok sendiri nantinya.
Saat Budi lagi duduk,
hp nya bunyi.
Karena mata dan telinganya ditutup,
jadi Budi tidak tau siapa yang meneleponnya.
Dia merasakan getaran dari hp nya bahwa ada yang menelepon.
Karena takut Puasanya batal,
Budi menghiraukannya.
Padahal,
yang menelepon itu adalah Guru di Sekolahnya bahwa dijam 12:30 Budi diminta menjadi Imam Shalat Zhuhur.
Gurunya Menelepon hanya sekedar mengingatkan.
Waktu menunjukkan pukul 3 sore.
Budi teringat bahwa jam 12:30 dirinya diminta untuk menjadi Imam Shalat Zhuhur.
Karena lupa seharusnya Budi memberitahu Gurunya.
Tapi Budi beranggapan:
Untungnya Aku lupa.
Karena kalau tidak,
Puasaku batal.
Menjadi Imam kan harus bicara,
nanti Puasaku batal.
Setelah beranggapan itu tiba-tiba perutnya mules dan kebelet Pipis.
Karena tadi saat Sahur Budi makan sambel kebanyakkan.
Karena kepedesan jadinya banyak minum.
Karena menjaga agar Puasanya tidak batal,
Budi menahannya.
Tidak sengaja tiba-tiba bagian bawahnya mengeluarkan pipis sedikit dan bagian bawah belakangnya mengeluarkan kentut.
Budi pun teriak:
tinggal 3 jam lagi akhirnya Puasaku batal deh...
Tidak!!!
Teriakan Budi didengar oleh Ibunya Budi.
Ibu: kenapa kamu teriak Budi?
Budi: Puasaku batal ma...
Ibu: batal bagaimana nak?
Budi: tadi malam Budi mendengar Ceramah isinya apa-apa saja yang membatalkan Puasa.
Budi mendengar bahwa saat Kita Berpuasa dilarang memasukkan sesuatu ke lubang atau mengeluarkan sesuatu dari lubang.
Budi berpendapat mendengar, melihat, bernafas, berbicara, buang air kecil atau besar membatalkan Puasa.
Makanya Budi berpenampilan begini tadi.
Karena tidak sengaja bagian bawah tubuh Budi keluar kentut dan pipis jadi Budi teriak.
Merasa Puasa Budi batal.
Ibu: nak,
maksud isi ceramah itu apa yang kamu lakukan berlebihan.
Memang saat Berpuasa Kita jangan sampai memasukkan sesuatu ke lubang atau mengeluarkan sesuatu dari lubang itu benar.
Bukan seperti yang kamu lakukan ini.
Yang dimaksud Ceramah itu adalah Kita dilarang mendengar yang tidak sepantasnya Kita dengar.
Bukan menutup telinga rapat-rapat seperti ini;
kemudian dilarang melihat yang sepantasnya tidak Kita lihat.
Bukannya menutup rapat-rapat seperti ini;
kemudian dilarang mencium bau yang sepantasnya tidak Kita cium.
Bukannya ditutup seperti ini;
kemudian dilarang berbicara yang sepantasnya tidak kita bicarakan seperti contohnya menggosip.
Budi: tapi Budi perhatikan Mama selalu menggosip di Rumah tetangga.
Ibu: sudah,
lupakan itu.
Mau gak Ibu jelaskan lagi.
Budi: mau.
Ibu: berhubungan dengan mulut,
saat Puasa Kita dilarang makan dan minum.
Dan yang terakhir adalah jika Kita tidak tahan buang air ya keluarkan.
Itu tidak membatalkan nak.
Bagian bawah yang dapat membatalkan Puasa adalah BERHUBUNGAN SUAMI-ISTRI.
Jadi keluarnya kencing atau kentut atau kotoran tidak membatalkan Puasa.
Budi: masalah BERHUBUNGAN SUAMI-ISTRI Budi lihat Mama selalu berhubungan dengan Papa.
Ibu: kapan?
Kamu ini kecil-kecil pikirannya kotor.
Budi: Maksud Budi,
akhir-akhir ini Mama kan selalu menghubungi Papa diluar negeri.
Ibu: Kamu ini.
Budi: hahahahahahahahahahahahaha.

Guitaris vs Kuntilanak

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:29, 01-Des-13

Waktu Malam Hari,
Aku Sendirian.
Waktu itu Aku Bt banget.
Untuk menghilangkan Bt Ku,
Aku keluar Rumah Duduk di Kursi Teras Rumah sambil Bermain Gitar.
Lagi asyiknya main,
tiba-tiba ada yang Menyanyi lagu yang kumainkan.
Aku cari-cari sumber suaranya berada tapi waktu itu lagi gak ada Orang.
Kukira sudah sepi,
Aku main lagi.
Baru lima detik bermain,
suara itu muncul lagi.
Karena kesal,
Aku ambil Ampli Gitarku dan Efeknya untuk menantang Suara itu.
Aku mainkan Efek Metal Suara misterius itu melayaninya bernyanyi Rock.
Baru 1 menit,
tiba-tiba Ia berhenti bernyanyi dan kini Aku mendengar Suara Sirine Ambulan tapi Mobilnya tidak ada.
Sekitar 50 meter meninggalkanku,
Aku dilempar Sebuah Surat yang bertuliskan:
Gara-Gara Lo,
Gue masuk Rumah Sakit nih karena Pita Suaraku Putus banget.
Gue senang waktu lo sebelum bermain Rock memainkan Lagu Jadul.
Karena Gue ingat masa Lalu Gue waktu masih Hidup.
Setelah Gue keluar Rumah Sakit,
Gue menantang Lo ngerock lagi.
Tapi sebelumnya Gue mau masang Efek Suara Metal dipita Suara Gue dan jika putus lagi Gue sudah siap membawa 1 Gentong Lem dan 1 Truk Semen.
Dari:
Kuntilanak yang tidak suka ketawa melainkan menyanyi!!!

Strategi Baru di Sepak Bola

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:24, 01-Des-13

Pelatih Team Nas Selection,
Rahmad Darmawan berunding Strategi untuk menghadapi L. E. Galaksi kepada sebelas Pemain Inti dan satu pemain cadangan Team Nas Selection.

Rahmat Darmawan : "Bagaimana kalo Kita pake sistim tiga Penyerang?"

Egi, Okto dan Firman : "Boleh tuh Pelatih.
Kita pake sistim 4-3-3."

Patrick, Tibo dan Boas : "Hmm,,,
sistim itu sudah sering kita pakai.
Bagaimana kalo 4-1-2-3.
Itu pasti bisa menang."

Gunawan, Abdul Rahman, M. Robi dan Hamkah Hamzah : "Kalo itu kurang efektif.
Bagaimana kalo 4-2-1-3.
Kalo itu Pemain lawan susah menyerang."

Andik : "Wah,
Kalian itu Katro ya.
Taktik-taktik itu sudah sering dipakai Team-Team lain.
Bagaimana kalo Kita pake sistim luar biasa.
Yaitu 0-0."

Okto : "Taktik apaan tuh?
Jelaskan."

Andik : "Pelatih bilang,
Kita pake tiga penyerang.
Okelah.
Yang aku maksudkan dari sistim ini adalah fungsi dari Pemain Belakang dan Penjaga Gawang.
Untuk Penyerang dan Gelandang,
tetap diposisinya.
Taktik Pemain Belakang adalah :
Anggaplah Feri di E karena ditengah-tengah.
Gunawan di D karena Sayap Belakang kiri.
Abdul Rahman di F karena Sayap Belakang kanan.
M. Robi di G karena pemain belakang kiri.
Dan sedangkan Hamkah di H karena Pemain Belakang Kanan.
Strateginya adalah :
M. Robi dari G ke H.
Abdul dari F ke C.
Gunawan dari D ke F.
Sedangkan Feri Dari E ke G.
Kemudian Hamkah dari H ke F.
Itu Strategi dipakai oleh Pengangkat Gajah, Kuda dan Benteng.
Taktik itu membuat Kita menang besar."

Okto : "Yang jaga Gawang siapa?"

Andik : "Ya Ferilah."

Feri : "Katanya tadi aku disuruh ke G.
Jadi yang jaga siapa?"

Andik : "Iya ya."

(Semua Pemain berbicara kecuali Andik) : "Gimana mau Menang besar.
Malah Kita Kalah besar-besaran."

Andik : "Enggak kok.
Kita pasti menang."

(Semua Pemain Berbicara kecuali Andik) : "Menang sih Menang.
Tapi Menang is!!!"

Andik : "Owh iya ya.
Hehah."

(Semua Pemain Berbicara kecuali Andik) : "Whu!!!"

Andik : "Hehah... smile)"

Cinta Dalam Hati

Diposting oleh Rino Jefriansyah pada 10:21, 01-Des-13

Berawal dari sebuah Sekolah Menengah Atas di Jakarta,
masuklah seorang Siswa baru disana.
Siswa itu bernama Dimas.
Dimas adalah Murid pindahan dari Bandung.
Dimas pindah karena dari Sekolahnya sendiri disebabkan Dimas Murid yang paling nakal disana.
Dimas suka bolos Sekolah dan berani dengan Guru-Guru disana.
Sekolahnya memindahkan Dimas ke sebuah Sekolah di Jakarta karena di Sekolah itu sangat Disiplin dalam segala Peraturan.
Dimas berada di kelas 3f.
Dimas masuk di Sekolah itu sudah Semester 2.
Di kelas itu,
hanya tersisa satu bangku saja dibagian depan.
Dimas pun mau tidak mau tidak bisa memilih lagi.
Dimas satu Meja dengan Seorang Siswi Tunanetra Low vision.
Siswi itu bernama Difa.
Difa duduk didepan disebabkan karena jarak pandang matanya hanya Lima meter saja.
Untuk membaca tulisan dipapan Tulis pun harus menggunakan Teropong khusus buat Tunanetra Low vision.
Dimas masuk di Sekolah itu pada waktu pelajaran pertama.
Tapi tersisa lima menit lagi dan setelah itu istirahat.
Dimas baru duduk dibangkunya pada waktu istirahat.
Sebelum duduk Dimas memperkenalkan Dirinya terhadap Guru dan Teman-Teman barunya.
Selama waktu Istirahat,
Dimas mengobrol dengan Difa Teman barunya.
Mereka berdua saling bercerita tentang Diri Mereka masing-masing.
Sempat Dimas bertanya kepada Difa pertanyaan yang aneh buat Difa.
Karena Dimas menanyakan kepada Difa tentang: "apa kamu masih Sendiri?"
Difa sangat kaget dan membuat Dimas tertawa.
Difa pun menjawab: "Kitakan baru saling kenal,
baru kenal kok menanyakan itu."
Dimas mendengar jawaban Difa tertawa lagi.
Sambil tertawa,
Dimas berkata: "akukan cuma bercanda.
Akukan cuma ngetes aja.
Apakah kamu kaget dengan pertanyaanku?
Eh ternyata kaget.
Tapi baru kali ini seorang Teman Perempuan baru tidak menamparku.
Karena setiap teman perempuan di Sekolahku suka memukul atau menamparku jika aku memberikan pertanyaan itu.
Dan aku kagum sekali padamu karena hanya Kamu untuk pertama kalinya mau mengobrol denganku.
Padahal dulu di sekolahku sana aku satu meja juga dengan perempuan,
tapi perempuan itu tidak mau diajak ngobrol padahal waktunya masih istirahat.
Malah Perempuan itu bergabung dengan Teman Perempuan lainnya."
Katanya Senang dan Bangga.
"Oya,
lebih enak nanti di istirahat kedua kita mengobrol diluar saja?"
Dimas menambahkan.
"Ia."
Difa menjawab sedikit malu karena baginya Dimas adalah seorang teman laki-laki yang pertama kalinya mengajak ngobrol dengannya dijam istirahat.
Difa mau mengobrol dengan Dimas dijam istirahat.
Tanpa terasa pelajaran kedua akan segera dimulai.
Waktu itu pelajaran matematika.
Ibu Guru memberikan soal latihan dipapan tulis.
Itu membuat Difa harus menggunakan Teropongnya untuk membaca.
Difa menunggu Ibu Guru selesai menulis soal dipapan tulis agar enak membacanya dan menyalinnya.
Ibu Guru selesai menulisnya,
dan Difa pun bersiap membaca dan menyalinnya dibuku tulisnya.
Namun tangan Difa ditarik oleh Dimas.
Dimas memberikan sejaring kertas yang sudah ditulisnya dari soal dipapan tulis.
Itu membuat Difa merasa tidak enak terhadap Dimas.
Difa membaca soalnya,
ada beberapa nomor yang susah dijawabnya.
Dimas melihat Difa seperti sedikit bingung dengan soal itu.
Dan juga, sebenarnya, ada beberapa soal yang susah dijawab Dimas.
Dimas memberikan jawaban yang menurutnya dia tahu.
Difa merasa tidak enak lagi dengan Dimas karena dari tadi Dimas terus membantunya.
Ternyata jawaban yang diberikan Dimas itu adalah soal yang ia susah jawabnya.
Sebagai tanda terima kasih,
Difa memberikan jawaban yang tidak dijawab Dimas.
Dan ternyata lagi,
jawaban itu adalah soal yang Dimas susah jawabnya.
Berkat saling membantu,
mereka berdua selesai lebih cepat dari murid-murid yang lain.
Ibu Guru langsung mengkoreksinya.
Dan semua jawaban mereka berdua betul semua.
Persis apa yang diketahui Ibu Guru.
Mereka berdua diberikan waktu lebih lama istirahatnya.
Mereka disuruh keluar kelas agar tidak mengganggu murid-murid yang lain.
Sesuai janji mereka,
mereka mengobrol diluar.
Diobrolan itu membuat mereka merasakan saling suka.
Hari-hari mereka lakukan untuk bersama.
Dimas berniat untuk mengungkapkan perasaannya.
Namun ia ragu bukan masalah jawabannya tapi Dia berfikir apakah Difa dengan dia sama atau beda.

Untuk memastikan,
Dimas bertanya kepada Seorang Perempuan Teman baiknya Difa.
Dan jawabannya berbeda.
Untuk memastikan lagi,
Dimas bertanya kepada Ibu Guru.
Dan jawabannya sama dengan Temannya Difa yaitu berbeda juga.
Dimas masih kurang yakin,
Dimas meminta data-data Difa kepada Ibu Guru.
Ibu Guru memberikan data-datanya kepada Dimas.
Dan Dimas kaget ternyata Difa memang berbeda.
Dia tidak mau memaksakan keinginannya karena Keyakinannya melarang untuk bersatu.
Akhirnya Dimas memendamkan perasaannya kepada Difa.
Sebagai rasa cintanya namun dalam hati karena masalah perbedaan,
Dimas menciptakan sebuah lagu Cinta Dalam Hati.
Lagu itu langsung direkamnya menggunakan Keyboard untuk musiknya.
Untuk Vokalnya,
Dimas sendiri yang bernyanyi.
Selain itu, Dimas pun menuliskan kedalam selembar kertas yang berisikan tentang ungkapan Hatinya.
Sementara itu,
Difa menunggu agar Dimas mengungkapkan perasaannya lebih dulu.
Karena dia yakin Dimas suka dengannya dan bakal mengungkapkannya.
Namun sampai waktu lulus tiba,
Dimas belum mengungkapkannya.
Difa mencoba menghampiri Dimas,
namun Dimas pergi meninggalkan Difa.
Difa mencoba menghubungi nomor ponsel Dimas,
tetapi ponselnya tidak aktif.
Difa langsung pergi ke tempat kosnya Dimas.
Namun dijalan macet berat.
Agar cepat sampai,
Difa berlari kencang agar dapat sampai.
Padahal Difa menggunakan Rok dan sepatu hak tinggi.
Tanpa ada rasa lelah sedikit pun,
Difa sampai diperempatan dekat dengan penangkalan Bajaj.
Hinggaakhirnya Dia sudah tak mampu berlari lagi.
Karena melihat Perempuan cantik sendirian lagi kelelahan,
Salah satu supir bajaj menawarkan Jasanya: "mau diantar kemana Nona Cantik?"
Karena sudah tidak kuat berlari,
Difa menjawab: "Saya minta diantarkan ke tempat kos yang tidak jauh dari sini."
Dan Difa masuk kedalam Bajaj.
Difa merasa jalan menuju kosnya Dimas kelewatan.
Difa memberitahu kepada supir itu bahwa kelewatan.
Namun Supir itu pura-pura tidak mendengarnya dan terus melaju.
Merasa dirinya terancam, Difa menutup kedua mata supir itu dan mengakibatkan supir tersebut menabrak pagar pembatas jalan.
Supir itu langsung pingsan.
Difa langsung kabur meninggalkan Bajaj itu.
Sekitar lima ratus meter berlari meninggalkan bajaj itu,
Difa bertemu dengan Teman Baiknya.
Temannya langsung menghampiri Difa yang kembali kelelahan.
Temannya menanyakan: "kenapa kamu berlari?"
Sambil mengatur nafasnya Difa menjawab: "aku hampir saja kehilangan kesucianku.
Aku tadi naik bajaj,
namun bajaj itu kelewatan jalannya.
Aku bilang bahwa jalanannya kelewatan,
namun supir itu malah semakin laju kencang dan mengegasnya sangat keras.
Merasa Diriku terancam,
mata supir itu aku tutup dan membuat bajajnya menabrak pagar pembatas jalan.
Supir itu langsung pingsan.
Tapi sepertinya dia mulai sadar setelah kutinggalkan seratus meter."
Temannya menanyakan lagi: "sebenarnya kamu mau kemana?
Malam-malam gini perempuan jalan sendiri berbahaya.
Apalagi tanpa kendaraan."
Difa menjawab: "aku mau ke tempat kosnya Dimas.
Karena dia aneh betul sekarang."
Temannya memberitahu bahwa: "waktu itu Dimas bertanya kepadaku apa Difa itu berbeda dengan keyakinan nya?
Ya aku jawab ia.
Sepertinya dia suka sama kamu.
Tapi karena dia kaget dengan jawabanku,
wajahnya pucat sekali."
"Apakah Kamu bisa mengantarku dengan mobilmu itu?"
Pintanya Difa kepada Temannya.
"Mau"
Jawabnya sambil memegang Tangan Difa untuk siap mengantarkannya.
"Tapi kemana nih tujuannya?"
Tambahnya tidak tahu mau kemana.
Difa menjawab: "Aku ingin ke tempat Kosnya Dimas."
"Baik."
Dan temannya mengantarkannya.
Sesampainya disana,
Difa bertemu dengan yang punya Kos.
"mau ketemu sama Mas Dimas ya?"
Difa menjawab: "ia."
"Wah Non, baru saja Dimas keluar dari kos ini dan pulang ke Yogyakarta.
Apakah Non ini Difa?"
Jawab yang punya Kos itu sekaligus tambahnya bertanya kepada Difa. Difa menjawab sedikit kaget: "ia."
"Ini ada titipan dari Mas Dimas buat Non Difa."
Lalu yang punya kos memberikan sebuah surat dan sebuah type recorder yang sudah ada kasetnya.
Lekas Difa membaca Surat Dimas yang bertuliskan:

Difa,
maafkan aku.
Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu.
Karena aku dan kamu berbeda.
Jangan berfikir kenapa aku tidak mengungkapkannya bukan karena kekuranganmu.
Namun karena masalah perbedaan.
Jujur aku sangat mencintaimu.
Awalnya bertemu,
kenapa aku meberikan pertanyaan apakah kamu masih sendiri.
Aku memberikan pertanyaan itu karena aku sudah jatuh hati kepadamu.
Kuharap kamu bisa menerima ini.
Aku benar-benar tidak bisa mengikuti keinginanku.
Karena aku tidak bisa melawan Kehendak-Nya melarang kita bersatu.
Tapi meskipun begitu kau tetap dihatiku.
Walau hanya cinta dalam hati.

DIMAS RAMADHAN

Kemudian, Surat itu kembali disimpannya dengan rapi. Lalu Ia memutar Lagu Dimas yang berbunyi:

Awalnya Aku merasakan,
Rasa Cinta yang tak tertahankan,
Mencoba untuk mengungkapkan,
Walau sedikit ada Rasa Gundah.

Ternyata Rasa Gundah itu,
Memang benar adanya,
Mendengar dari Orang terpercaya,
Bahwa Aku dan Kamu sangat berbeda.

Apadaya Kutak bisa Melawan-Nya,
Kehendak Tuhan melarang Kita bersatu.

Maafkan Kutak bisa mengungkapkan,
Perasaanku kepadamu,
Meski begitu Kau tetap di Hatiku,
Walau hanya Cinta Dalam Hati...

Difa terkejut bahwa Dimas suka kepadanya namun dipendam perasaannya karena berbeda.
Difa menangis membaca surat dan mendengarkan lagunya Dimas.
Difa akan menyimpan surat dan kasetnya Dimas Sebagai Kenang-kenangan tidak bertemu lagi dengan Dimas.
Tamat....